Loading...

UBAH 'SAMBAT' JADI SOLUSI: GEBRAKAN LCS HMPS BKI DIAJANG FIVE MINUTES ORGANIZATION PRESENTATION

Diterbitkan pada
23 April 2026 11:27 WIB

Baca

Sukoharjo, 21 April 2026. Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (HMPS BKI) periode 2026 Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta telah berpartisipasi dalam ajang Lomba Five Minutes Organization Presentation yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Raden Mas Said Surakarta. Dalam kompetisi ini, HMPS BKI diwakili oleh Erlyta Sophia Nuraini dan Ainur Rohimah yang memaparkan materi mengenai inovasi program kerja unggulan mengusung tema "LCS" (Layanan Counter Sambat).

Kehadiran program LCS dilatarbelakangi oleh dinamika kehidupan akademik yang semakin kompleks, di mana mahasiswa sering kali dihadapkan pada tantangan intelektual sekaligus persoalan pribadi, sosial, hingga emosional yang kerap tidak tersampaikan dengan baik. Banyak mahasiswa yang memilih memendam masalahnya bukan karena enggan berbagi, melainkan karena belum menemukan ruang yang tepat untuk didengar.

LCS dirancang sebagai wadah yang aman, nyaman, dan responsif bagi mahasiswa maupun masyarakat untuk menyampaikan keluh kesah secara terbuka. Keunggulan utama program ini adalah integrasinya dengan layanan konseling gratis yang telah tersedia di UIN Raden Mas Said Surakarta, serta pengembangan melalui sistem cyber counseling. Selain itu, LCS berfungsi sebagai jembatan menuju solusi profesional dengan sistem rujukan (referral) kepada pihak yang lebih kompeten jika diperlukan.

Strategi promosi yang digagas tidak hanya berorientasi pada penyebarluasan informasi, tetapi juga pada penguatan kapasitas intelektual dan kolaborasi antar-individu di lingkungan kampus melalui sinergi dengan berbagai organisasi mahasiswa (ORMAWA). Sebagai pembeda, program ini memberikan perhatian khusus pada pembinaan peer counselor (konselor sebaya) melalui pendalaman keilmuan dan sensitivitas sosial yang tinggi, termasuk kerja sama dengan dosen lintas kampus serta Satgas PPKS untuk menanggulangi isu pelecehan dan perundungan (bullying).

Dalam pemaparannya yang berdurasi 5 menit tersebut, Erlyta dan Ima menekankan bahwa LCS bukan sekadar program kerja biasa, melainkan langkah nyata dalam menghadirkan ruang aman yang berkelanjutan. Kegiatan presentasi ini ditutup dengan sesi diskusi dan umpan balik dari dewan juri, yang memberikan pelajaran berharga bagi pengurus HMPS BKI untuk terus menyempurnakan layanan organisasi.

Seluruh delegasi kembali dengan membawa semangat baru untuk menjalankan roda organisasi HMPS BKI periode 2026, membawa visi LCS sebagai layanan yang "Aman, Nyaman, dan Terpercaya" bagi seluruh civitas akademika.

- Salam Konsi

Always be Family

Penulis: @_nrrul