Loading...

Bekali Mahasiswa Terjun ke Masyarakat, Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Gelar Pembekalan KKL bertema “Teguh Karakter: Menjadi Konselor yang Berakhlak dan Profesional

Diterbitkan pada
30 April 2026 14:19 WIB

Baca


 
Sukoharjo – Dalam rangka mempersiapkan mahasiswa menghadapi dinamika di lapangan, Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam menggelar agenda pembekalan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dengan tema utama "Teguh Karakter: Menjadi Konselor yang Berakhlak dan Profesional". Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026 bertempat di Aula lantai 3 Gedung Rektorat. Guna memantapkan kesiapan mahasiswa menjelang Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Provinsi Bali pada tanggal 18-22 Mei 2026, Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam menyelenggarakan pembekalan intensif ini sebagai menjadi bekal krusial sebelum mahasiswa melakukan kunjungan praktik ke tiga titik utama: SOS Children's Village Bali, Sentra Mahatmiya Bali, dan Dinas Sosial Kota Denpasar.
Hadir sebagai narasumber utama, Lutvi Ari Zainal Abidin, S.Pd.I., menekankan bahwa tantangan di lapangan, terutama saat berhadapan dengan anak-anak di SOS Children’s Village maupun penerima manfaat di Sentra Mahatmiya, membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan intelektual. "Kunjungan ke lembaga-lembaga besar di Bali ini bukan sekadar studi banding, melainkan ujian karakter. Pentingnya integritas moral bagi seorang calon konselor yang profesional berarti mampu menyelaraskan etika kerja dengan ketulusan akhlak dalam melayani," ungkap Lutvi dalam sesi materinya. Dalam materinya, beliau juga menekankan bahwa kompetensi profesional harus berjalan beriringan dengan akhlak yang kokoh agar mampu memberikan solusi yang humanis bagi masyarakat. "Seorang konselor bukan sekadar pemberi saran, melainkan teladan. Karakter yang teguh dan akhlak yang mulia adalah fondasi utama agar profesionalisme kita diakui dan bermanfaat nyata," tambah Lutvi di hadapan para peserta.
Sekretaris Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Bali bertujuan untuk memberikan wawasan multikultural bagi mahasiswa. "Dengan tema 'Teguh Karakter', kami ingin memastikan mahasiswa tetap menjaga identitas moralnya saat berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat di Dinas Sosial Kota Denpasar maupun lembaga sosial lainnya," ujarnya. Tema ini dipilih agar mahasiswa tidak hanya membawa bekal teori dari bangku perkuliahan, tetapi juga memiliki mentalitas yang siap menjaga etika profesi selama masa pengabdian. Melalui pembekalan ini, diharapkan peserta KKL dapat menjalankan tugasnya secara profesional, menjaga nama baik almamater, serta menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari sistem pelayanan sosial di Bali.