Sukoharjo, 09 Februari 2026. Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (HMPS BKI) periode 2026 Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta telah sukses menyelenggarakan kegiatan Pembukaan Layanan Counter Sambat (LCS) 2026 dan pembekalan Peer Konselor, tepatnya berada di Aula FUD lantai 2. Acara Layanan Counter Sambat (LCS) ini mengambil tema “Optimalisasi Layanan Counter Sambat melalui penguatan Kompetensi Peer Counselor” yang dihadiri oleh pengurus internal HMPS BKI 2026 dan Demisioner HMPS BKI, serta dosen Bimbingan dan Konseling Islam.
Sambutan yang pertama oleh ketua panitia Pembukaan Layanan Counter Sambat 2026 “Mengucapkan banyak terima kasih kepada tamu undangan dan seluruh panitia yang telah meluangkan waktu dan kontribusinya. Sebelumnya, memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan dan semoga acara ini berjalan lancar tanpa hambatan. Kami berharap acara ini akan bermanfaat bagi kita semua dan membantu LCS berkembang dan dikenal lebih luas dan meningkatkan nilai HMPS BKI. "Ujar Ainur Rohimah
HMPS BKI menyediakan metode baru untuk program kerja layanan conter sambat (LCS) yang lebih santai, aman, dan rahasia. Layanan ini tersedia untuk mahasiswa mana pun yang membutuhkan ruang untuk bercerita, mendengar, dan memberi solusi. Semoga dengan adanya layanan ini, mereka dapat membimbing dan memberi solusi kepada mahasiswa. "Ujar Ramli selaku ketua umum HMPS BKI 2026.
Layanan Conter Sambat, yang diadakan oleh HMPS BKI, berfungsi sebagai sarana bagi mahasiswa untuk berbicara dan mencari solusi. Karena kebanyakan orang akan bercerita kepada teman sebayanya, peran konselor sebaya sangat penting bagi mahasiswa. Karena konselor sebaya masih membutuhkan konselor profesional, mereka tidak seharusnya menangani kasus berat sendiri. Faktanya, konselor sebaya berfungsi sebagai sarana awal untuk membantu teman-temannya berkembang dan menyelesaikan masalah. "Ujar Ibu Dr. Isnanita Noviya Andriyani selaku koordinator prodi BKI.
Kemampuan mereka untuk berkonsultasi dengan diri mereka sendiri dan orang lain adalah dua aspek yang menentukan kualitas seorang konselor. Mereka yang benar-benar berkomitmen dan profesional harus memprioritaskan kesehatan mental mereka sebelum melakukan apapun untuk orang lain. Karena tujuan teknik REBT/LBT adalah mengubah tingkah laku maladaptif menjadi adaptif secara bertahap, setiap konselor harus memastikan bahwa mood tetap stabil dan positif. Mari kita perkuat komitmen ini dengan mempertahankan kontrol diri dan memastikan bahwa setiap perubahan perilaku dilakukan dengan tenang, dengan alasan yang masuk akal, dan secara konsisten.
Saat ini LCS tengah melakukan langkah strategis dengan melakukan alih tangan penanganan kasus dosen guna memastikan prosedur yang lebih profesional dan terukur sesuai dengan SOP terbaru yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, kami juga menjalin kerja sama erat dengan Ormawa FUD untuk mengoptimalkan branding lembaga secara lebih luas, didukung oleh 7 Peer Konselor yang telah siap bertugas setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pembekalan intensif.
_Salam Konsi
Always be Family
Penulis @_Zaki & @_Izza

PEMBUKAAN LAYANAN COUNTER SAMBAT (LCS) 2026 DAN PEMBEKALAN PEER KONSELOR
1 bulan yang lalu - HMPS BKI