Loading...

Dari Indonesia ke Malaysia: Prodi BKI Perkuat Kompetensi Guru dalam Penanganan Bullying Berbasis PFA

Diterbitkan pada
2 Februari 2026 10:58 WIB

Baca

Tim PKM-KI Prodi BKI bersama guru Sekolah Agama Menengah Tengku Ampuan Jemaah (SAMTAJ) Malaysia usai pelatihan Psychological First Aid (PFA).

Isu bullying di lingkungan sekolah bukan sekadar persoalan kedisiplinan, tetapi juga menyangkut kesehatan mental dan rasa aman peserta didik. Berangkat dari kepedulian tersebut, Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) menghadirkan kontribusi nyata melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Kerja Sama Internasional (PKM-KI) yang dilaksanakan pada 24 Januari–1 Februari 2026 di Malaysia.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Prodi BKI bersama Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta, dengan mitra utama Sekolah Agama Menengah Tengku Ampuan Jemaah (SAMTAJ). Dalam kegiatan tersebut, Prodi BKI diwakili oleh Athia Tamyizatunnisa, M.Pd. dan Aulia Rachma Fajria, M.Pd. sebagai tim pelaksana.

Kerja sama ini tidak berhenti pada seremoni penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA), tetapi langsung diwujudkan dalam bentuk program penguatan kapasitas guru. Sebagai implementasi konkret, tim PKM-KI menyelenggarakan pelatihan bertema “Penguatan Kompetensi Guru dalam Penanganan Bullying melalui Psychological First Aid (PFA)”.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali guru dengan keterampilan respons awal ketika menghadapi kasus bullying, memahami kondisi psikologis korban, serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih suportif dan aman. Pendekatan PFA dipilih karena bersifat praktis, empatik, dan aplikatif dalam konteks pendidikan.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang aktif dan refleksi kritis para guru terhadap pengalaman mereka menangani kasus di sekolah. Pengetua SAMTAJ, Nor Hawati binti Harun, menyampaikan apresiasi atas pelatihan tersebut. Beliau menilai program ini sangat membantu guru memahami isu bullying secara lebih komprehensif serta memberikan panduan praktis dalam menanganinya.

 

Momen penandatanganan MoA dan penyerahan cinderamata antara Prodi BKI dan Sekolah Agama Menegah Tengku Ampuan Jemaah (SAMTAJ)

Sebagai tindak lanjut, tim PKM-KI menyerahkan modul pelatihan kepada pihak sekolah serta membuka peluang kolaborasi riset bersama dalam bidang pencegahan bullying dan penguatan kesehatan mental berbasis konseling Islam.

Melalui kegiatan ini, Prodi BKI tidak hanya memperluas jejaring internasional, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam menghadirkan keilmuan yang responsif terhadap problem nyata di masyarakat. Dari Indonesia ke Malaysia, BKI terus melangkah memperkuat peran strategisnya dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih aman, empatik, dan berdaya. (ATN)